Proses
pembelajaran yang baik guru harus membangun suasana belajar yang aktif. Aktif
adalah giat berusaha, giat bekerja, lebih banyak pengeluaran dari pada
pemasukan, dinamis, dan mampu beraksi. Menurut Hollingsworth dalam Pratiwi,
(2013:21) belajar secara aktif terjadi ketika siswa terlibat secara terus
menerus,baik mental maupun fisik. Pembelajaran aktif akan muncul ketika siswa
bersemangat dan siap secara mental. Siswa yang aktif dalam pembelajarannya akan
memperoleh pengetahuan yang selalu diingat oleh siswa, karena pada dasarnya
pengatahuan diperoleh dari pengalaman yang dialami langsung oleh siswa itu
sendiri.
1.
Keaktifan Belajar
A.
Definisi Keaktifan Belajar
Menurut
Aunurrahman, (2013:119) “Keaktifan anak dalam belajar merupakan persoalan
penting dan mendasar yang harus dipahami, disadari dan dikembangkan oleh setiap
guru di dalam proses pembelajaran. Demikian pula berarti harus dapat diterapkan
oleh siswa dalam setiap bentuk kegiatan belajar. Keaktifan belajar ditandaioleh
adanya keterlibatan secara optimal. Baik intelektual, emosional dan fisik jika
dibutuhkan”.
Menurut Hollingsworth belajar secara
aktif itu adalah sebagai berikut:
“Belajar secara aktif terjadi ketika
siswa terlibat secara terus menerus,
baik mental maupun fisik.
Pembelajaran aktif akan muncul ketika siswa
bersemangat dan siap secara mental.
Siswa yang aktif dalam pembelajarannya akan memperoleh pengetahuan yang selalu
diingat oleh siswa, karena pada dasarnya pengatahuan diperoleh dari pengalaman
yang dialami langsung oleh siswa itu sendiri”. Menurut Hollingsworth (dalam
Pratiwi, 2013:21)
B.
Definisi Model Pembelajaran
Model
merupakan contoh yang digunakan para ahli dalam menyusun langkah-langkah dalam
melaksanakan pembelajaran, maka dari itu strategi merupakan bagian dari langkah
yang digunakan model untuk melaksanakan pembelajaran. (Yamin, 2013:17). Menurut
Arend (dalam Trianto, (2012:51), “Model pembelajaran merupakan suatu perencanaan
atau suatu pola yang akan digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan
pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial. Model pembelajaran
mengacu pada pendekatan pembelajaran yang digunakan, termasuk didalamnya
tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan
pembelajaraan dan pengolahan kelas”.
Berdasarkan
uraian diatas, bahwa model pembelajaran merupakan suatu perencanaan atau
langkah-langkah dalam melaksanakan pembelajaran dikelas agar pembelajaran
terlaksana dengan aktif dan menyenangkan
C.
Unsur Penting Model Pembelajaran
Menurut Suprihatiningrum Unsur-unsur
penting model pembelajaran tersebut
antara lain:
1. memiliki nama;
2. merupakan landasan folosofis
pelaksanaan pembelajaran;
3. melandaskan pada teori belajar
dan teori pembelajaran;
4. mempunyai tujuan/maksud tertentu;
5. memiliki pola langkah kegiatan
belajar-mengajar (sintaks) yang jelas;
6. mengandung komponen-komponen,
seperti guru, siswa interaksi guru
dan siswa, dan alat untuk menyampaikan model. Suprihatiningru
(2013:144)
2.
Model Make A Match
A.
Definisi Model Make A Match
Make
a Match merupakan model pembelajaran yang mengajak siswa untuk mencari pasangan
sambil mempelajari suatu konsep atau topik tertentu dalam suasana yang menyenangkan,
selain itu memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sama dengan orang lain.
(Huda, 2014:35). Model Make A Match merupakan model pembelajaran yang
dikembangkan Loma Curran. Ciri utama model make a match adalah siswa diminta
mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau pertanyaan materi tertentu
dalam pembelajaran. (Shoimin, 2014:98).
Sedangkan menurut Ngalimun model
make a macth adalah sebagai sebagai berikut:
“Model Make a match Guru menyiapkan kartu yang berisi
persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya, setiap siswa mencari
dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya, setiap siswa mencari
kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat reward,
kartu dikumpul lagi dan dikocok, untuk babak berikutnya pembelajaran seperti
babak pertama, penyimpulan dan evaluasi, efleksi”. Menurut ngalimun, (2014:176)
Dari
uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model Make a Match merupakan model
pembelajaran mencari pasangan agar dapat mendorong siswa untuk aktif didalam
kelas sehingga dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang ada didalam dirinya sehingga
menghasilkan sesuatu yang lebih baik dalam suasana yang menyenangkan.
3.
Metode Pelaksanaan
A.
Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan
tindakan ini dilakukan dengan 2 siklus,
pada siklus pertama dilakukan selama 2 kali pertemuan dengan menggunakan model
pembelajaran Make a Match,setiap siklus pelaksanaannya direncanakan dalam satu
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terbagi dalam kegiatan pendahuluan,
kegiatan inti, dan kegiatan penutup sebagai berikut:
1. Kegiatan pendahuluan
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi
Elaborasi
Kompirmasi
3. Kegiatan Penutup
B.
Observasi
Observasi
yang akan dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan lembar observasi yaitu lembar penilaian keaktifan
belajar peserta didik. Observasi yang akan dilakukan meliputi beberapa
indikator.
1.
Melaksanakan diskusi sesuai kelompok.(keaktifan
akal)
2.
Serius mengerjakan tugas yang
diberikan guru.(keaktifan akal)
3.
Bertanya kepada siswa dan guru
tentang materi yang dipelajari.(keaktifan fisik dan akal)
4.
Mengemukakan pendapat.(keaktifan
akal)
5.
Memperhatikan terhadap penjelasan
guru.(keaktifan fisik)
C.
Refleksi
Pada
tahap refleksi, peneliti bersama guru melakukan evaluasi dari pelaksanaan tindakan
pada siklus 1 yang digunakan sebagai bahan pertimbangan pada perencanaan
pembelajaran pada siklus selanjutnya.
menerapkan
model pembelajaran make a macth untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta
didik khususnya peserta didik kelas V karena model ini memiliki kelebihan dimana
meningkatkan kreativitas belajar siswa, menghindari kejenuhan siswa dengan
mengikuti proses belajar mengajar, pembelajaran lebih menyenangkan karena
melibatkan media pembelajaran yang digunakan oleh guru dan juga menyarankan
menggunakan menggunakan model pembelajaran make a macth karena berdasarkan
hasil penelitian skripsi ini, penerapan model pembelajaran make a macth dapat meningkatkan
keaktifan belajar peserta didik dengan baik, tetapi dalam penggunaan model ini
guru harus harus bisa mengelola kelas, dan membimbing dalam pelaksanaan langkah-langkah
pembelajarannya karena model ini akan membuat peserta didik ribut.
Referensi :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar