Minggu, 14 Oktober 2018

Belajar Matematika Menyenangkan dengan Metode make a match




Proses pembelajaran yang baik guru harus membangun suasana belajar yang aktif. Aktif adalah giat berusaha, giat bekerja, lebih banyak pengeluaran dari pada pemasukan, dinamis, dan mampu beraksi. Menurut Hollingsworth dalam Pratiwi, (2013:21) belajar secara aktif terjadi ketika siswa terlibat secara terus menerus,baik mental maupun fisik. Pembelajaran aktif akan muncul ketika siswa bersemangat dan siap secara mental. Siswa yang aktif dalam pembelajarannya akan memperoleh pengetahuan yang selalu diingat oleh siswa, karena pada dasarnya pengatahuan diperoleh dari pengalaman yang dialami langsung oleh siswa itu sendiri.

1.    Keaktifan Belajar

A.   Definisi Keaktifan Belajar

Menurut Aunurrahman, (2013:119) “Keaktifan anak dalam belajar merupakan persoalan penting dan mendasar yang harus dipahami, disadari dan dikembangkan oleh setiap guru di dalam proses pembelajaran. Demikian pula berarti harus dapat diterapkan oleh siswa dalam setiap bentuk kegiatan belajar. Keaktifan belajar ditandaioleh adanya keterlibatan secara optimal. Baik intelektual, emosional dan fisik jika dibutuhkan”.
Menurut Hollingsworth belajar secara aktif itu adalah sebagai berikut:

“Belajar secara aktif terjadi ketika siswa terlibat secara terus menerus,
baik mental maupun fisik. Pembelajaran aktif akan muncul ketika siswa
bersemangat dan siap secara mental. Siswa yang aktif dalam pembelajarannya akan memperoleh pengetahuan yang selalu diingat oleh siswa, karena pada dasarnya pengatahuan diperoleh dari pengalaman yang dialami langsung oleh siswa itu sendiri”. Menurut Hollingsworth (dalam Pratiwi, 2013:21)

B.   Definisi Model Pembelajaran

Model merupakan contoh yang digunakan para ahli dalam menyusun langkah-langkah dalam melaksanakan pembelajaran, maka dari itu strategi merupakan bagian dari langkah yang digunakan model untuk melaksanakan pembelajaran. (Yamin, 2013:17). Menurut Arend (dalam Trianto, (2012:51), “Model pembelajaran merupakan suatu perencanaan atau suatu pola yang akan digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran dikelas atau pembelajaran dalam tutorial. Model pembelajaran mengacu pada pendekatan pembelajaran yang digunakan, termasuk didalamnya tujuan-tujuan pengajaran, tahap-tahap dalam kegiatan pembelajaran, lingkungan pembelajaraan dan pengolahan kelas”.

Berdasarkan uraian diatas, bahwa model pembelajaran merupakan suatu perencanaan atau langkah-langkah dalam melaksanakan pembelajaran dikelas agar pembelajaran terlaksana dengan aktif dan menyenangkan

C.   Unsur Penting Model Pembelajaran

Menurut Suprihatiningrum Unsur-unsur penting model pembelajaran tersebut
antara lain:
1. memiliki nama;
2. merupakan landasan folosofis pelaksanaan pembelajaran;
3. melandaskan pada teori belajar dan teori pembelajaran;
4. mempunyai tujuan/maksud tertentu;
5. memiliki pola langkah kegiatan belajar-mengajar (sintaks) yang jelas;
6. mengandung komponen-komponen, seperti guru, siswa interaksi guru
    dan siswa, dan alat untuk menyampaikan model. Suprihatiningru
    (2013:144)

2.    Model Make A Match

A.   Definisi Model Make A Match

Make a Match merupakan model pembelajaran yang mengajak siswa untuk mencari pasangan sambil mempelajari suatu konsep atau topik tertentu dalam suasana yang menyenangkan, selain itu memberi kesempatan pada siswa untuk bekerja sama dengan orang lain. (Huda, 2014:35). Model Make A Match merupakan model pembelajaran yang dikembangkan Loma Curran. Ciri utama model make a match adalah siswa diminta mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban atau pertanyaan materi tertentu dalam pembelajaran. (Shoimin, 2014:98).
Sedangkan menurut Ngalimun model make a macth adalah sebagai sebagai berikut:
“Model Make a match Guru menyiapkan kartu yang berisi persoalan-permasalahan dan kartu yang berisi jawabannya, setiap siswa mencari dan mendapatkan sebuah kartu soal dan berusaha menjawabnya, setiap siswa mencari kartu jawaban yang cocok dengan persoalannya siswa yang benar mendapat reward, kartu dikumpul lagi dan dikocok, untuk babak berikutnya pembelajaran seperti babak pertama, penyimpulan dan evaluasi, efleksi”. Menurut ngalimun, (2014:176)

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa model Make a Match merupakan model pembelajaran mencari pasangan agar dapat mendorong siswa untuk aktif didalam kelas sehingga dapat mengembangkan seluruh kemampuan yang ada didalam dirinya sehingga menghasilkan sesuatu yang lebih baik dalam suasana yang menyenangkan.


3.    Metode Pelaksanaan

A.   Pelaksanaan Tindakan

Pelaksanaan tindakan  ini dilakukan dengan 2 siklus, pada siklus pertama dilakukan selama 2 kali pertemuan dengan menggunakan model pembelajaran Make a Match,setiap siklus pelaksanaannya direncanakan dalam satu Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terbagi dalam kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup sebagai berikut:
1. Kegiatan pendahuluan
2. Kegiatan Inti
    Eksplorasi
    Elaborasi
    Kompirmasi
3. Kegiatan Penutup

B.    Observasi

Observasi yang akan dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan lembar  observasi yaitu lembar penilaian keaktifan belajar peserta didik. Observasi yang akan dilakukan meliputi beberapa indikator.
1.    Melaksanakan diskusi sesuai kelompok.(keaktifan akal)
2.    Serius mengerjakan tugas yang diberikan guru.(keaktifan akal)
3.    Bertanya kepada siswa dan guru tentang materi yang dipelajari.(keaktifan fisik dan akal)
4.    Mengemukakan pendapat.(keaktifan akal)
5.    Memperhatikan terhadap penjelasan guru.(keaktifan fisik)

C.   Refleksi

Pada tahap refleksi, peneliti bersama guru melakukan evaluasi dari pelaksanaan tindakan pada siklus 1 yang digunakan sebagai bahan pertimbangan pada perencanaan pembelajaran pada siklus selanjutnya.

menerapkan model pembelajaran make a macth untuk meningkatkan keaktifan belajar peserta didik khususnya peserta didik kelas V karena model ini memiliki kelebihan dimana meningkatkan kreativitas belajar siswa, menghindari kejenuhan siswa dengan mengikuti proses belajar mengajar, pembelajaran lebih menyenangkan karena melibatkan media pembelajaran yang digunakan oleh guru dan juga menyarankan menggunakan menggunakan model pembelajaran make a macth karena berdasarkan hasil penelitian skripsi ini, penerapan model pembelajaran make a macth dapat meningkatkan keaktifan belajar peserta didik dengan baik, tetapi dalam penggunaan model ini guru harus harus bisa mengelola kelas, dan membimbing dalam pelaksanaan langkah-langkah pembelajarannya karena model ini akan membuat peserta didik ribut.

Referensi :